Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sleman menerima kunjungan The Korean International Cooperation Agency (KOICA) dan The United Nations Development Administrative (UNDP) Indonesia, Kamis (8/11/2018).

Kim Song Joo, Deputy Country Director KOICA menyampaikan tujuan kunjungannya kali terkait dengan program kerjasama antara KOICA dan UNDP Indonesia dengan Kementerian PAN RB. “Program ini diinisiasi untuk menguatkan kapasitas dari Pemerintah Indonesia agar dapat lebih meningkatkan sistem manajemen pengaduan nasional termasuk di dalamnya sistem online, SP4N LAPOR,” jabar Kim Song Joo.

Dilanjutkannya, melalui program ini KOICA dan UNDP Indonesia telah berkoordinasi dengan Kementerian PAN RB untuk memilih beberapa kantor LAPOR di seluruh Indonesia, salah satunya adalah di Sleman.

“Pemkab Sleman telah kami identifikasi sebagai tempat potensial untuk dinilai lebih jauh terkait kondisi terkini dan tantangan yang dihadapi, serta untuk mengenali titik potensial Sleman apabila dijadikan sebagai lokasi proyek kolaborasi ini,” ungkapnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Sumadi, yang secara langsung menerima kunjungan tersebut di Sleman Smart Room, Lantai 3 Dinas Kominfo Sleman tentu mengapresiasi kunjungan KOICA dan UNDP Indonesia ini.

“Kami sangat berterimakasih karena telah memilih Sleman sebagai salah satu lokasi yang ingin diketahui potensinya terkait sistem manajemen pengaduan masyarakat atau yang kami sebut dengan LAPOR Sleman,” tutur Sumadi.

Lebih lanjut, Sekretaris Dinas Kominfo Sleman, Eka Suryo Prihantoro, memaparkan terkait sistem manajemen pengaduan LAPOR Sleman. LAPOR Sleman disampaikannya merupakan wadah bagi warga Sleman untuk menyampaikan aspirasi dan pengaduan berupa keluhan, kritik dan saran kepada pemerintah Kabupaten Sleman berkaitan dengan permasalahan pembangunan di Kabupaten Sleman.

“LAPOR Sleman ini terintegrasi dengan berbagai kanal, seperti SMS, telepon, media cetak, surat warga website, laporsleman website, aplikasi mobile android, maupun media sosial, yakni Facebook, Twitter, dan Instagram,” jelas Eka.

Eka menambahkan, LAPOR Sleman telah mulai digunakan warga sejak tahun 2016, meski demikian pihaknya terus mengadakan perbaikan untuk meningkatkan pengelolaan aduan dan kapasitas manajemen. “Kami akan terus meningkatkan perangkat IT kami termasuk di dalamnya aplikasi untuk merespon aduan, serta meningkatkan kapasitas admin aduan dalam mengelola aduan dan kecepatannya merespon aduan,” tambahnya.

Di akhir kunjungan, rombongan KOICA dan UNDP Indonesia sempat menilik dan berkeliling ruang data center milik Dinas Kominfo Sleman sebelum bertolak kembali ke Jakarta.