Penyebaran berita hoax di lingkungan masyarakat patut diwaspadai. Sebab, berita hoax sering kali memberi efek negatif utamanya pada persatuan dan kesatuan masyarakat.

Hal ini lah yang menjadi perhatian Kecamatan Tempel dengan 8 desa di dalamnya. Kecamatan Tempel memiliki Kelompok Informasi Masyarakat yang gencar mendukung menyebaran informasi positif di lingkungannya.

Salah satu upaya yang dijalankan KIM Tempel adalah dengan menggandeng seluruh elemen masyarakat untuk mengelola penyebaran informasi di lingkungan kecamatan. Hal ini disampaikan oleh Sarwadi, Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kecamatan Tempel saat menggelar rapat forum KIM, Selasa (1/8) di Kandank Bebek Resto, Tempel.

“Kami mengundang seluruh karang taruna di Kecamatan Tempel yang diwakili oleh dua karang taruna, dari Merdikorejo dan Tambakrejo,” jelas Sarwadi.

Menurut Sarwadi pula, KIM Kecamatan Tempel berniat menggalakkan para pemuda dalam karang taruna untuk mulai berperan aktif dalam kegiatan penyebaran informasi.

Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Sleman, Cicilia Lusiani, menyampaikan bahwa apa yang dilakukan KIM Tempel dalam upayanya mengajak seluruh lapisan masyarakat, yakni karang taruna dalam menyebarkan informasi positif ini perlu diapresiasi.

“Yang di Tempel ini bisa jadi contoh untuk KIM-KIM yang lain, jadi melibatkan semua kelompok elemen masyarakat dan juga karang taruna di desa,” ungkap Lusi.

Terlebih karena KIM ditargetkan untuk menyasar jaringan informasi hingga ke tingkat desa.  “Dan kami memang menyasar masuk ke karang taruna, jadi tidak membentuk kelompok baru tapi kelompok yang sudah ada kita manfaatkan kemudian yang diperkuat adalah dari sisi diseminasi informasinya,” tambah Lusi.

Lusi pun berharap bahwa hal tersebut bisa selanjutnya ditularkan ke kelompok informasi masyarakat di seluruh kecamatan di Kabupaten Sleman.