Kecamatan Pakem bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) memberikan sosialisasi mengenai Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). KIM merupakan program layanan publik untuk berbagi informasi yang dikelola oleh masyarakat, bekerjasama dengan Diskominfo daerah masing-masing. Program ini dibentuk agar tidak terjadi kesenjangan informasi antara pemerintah dengan masyarakat.

Di Sleman, KIM menjadi salah satu program pendukung visi Kabupaten Sleman yaitu Sleman Smart Regency dan terwujudnya masyarakat Sleman yang berbudaya dan mandiri dimana salah satu tolak ukurnya adalah smart society, atau masyarakat cerdas. Salah satu fungsi dari KIM ini adalah memberikan informasi, sampai ke tingkat bawah dari masyarakat itu sendiri, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi.

“Harapannya, dengan optimalisasi KIM ini dapat menjembatani pemerintah dengan masyarakat, begitu juga sebaliknya, jadinya saling menginformasikan baik dari atas, maupun dari bawah,” ujar Suyanto, Camat Pakem ketika memberikan sambutan acara sosialisasi yang diadakan di Pendopo Kantor Kecamatan Pakem, Selasa (15/10/2019).

Sementara itu Noor Hidayati ZP, Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Sleman menjelaskan bahwa KIM dapat dijadikan sebagai penyedia informasi pemerintah mengenai kondisi masyarakat.“Jadi pemerintah wajib tahu, apa yang masyarakat lakukan, apa ide-idenya, giat-giatnya dan inovasi-inovasinya itu pemerintah harus tahu,” papar Bu Ida mengenai fungsi utama KIM.

Selain itu, posisi KIM sebagai layanan informasi masyarakat dapat dimanfaatkan UMKM sebagai sarana promosi bagi usaha mereka. Ketika seseorang di desa misalnya memiliki ide kreatif dalam memproduksi sebuah usaha kecil menengah, KIM dapat melakukan liputan mengenai usaha mereka.

“Mulai dari proses produksinya, bagaimana pengemasannya,” terang Bu Ida. Dengan hasil liputan dari KIM, UMKM tersebut dapat terekspos sehingga dapat diketahui oleh masyarakat, tidak hanya Sleman, namun ke seluruh Indonesia melalui berbagai kanal.

Hal ini mendapatkan tanggapan positif dari peserta sosialisasi, yaitu Robi anggota Forkom UMKM Pakem. Menurutnya, ini merupakan langkah positif bagi kelanjutan UMKM-UMKM Sleman, terutama yang berada di Pakem. “Semoga Forkom UMKM dapat maju bersama, seperti memberikan sosialisasi mengenai produk-produk Pakem” ujarnya.

Ia juga mengharapkan agar masyarakat diberi bimbingan atau pelatihan mengenai penyebaran informasi ini, terutama agar masyarakat dapat menyikapi hoaks yang beredar. “Karena, masyarakat terutama para pelaku usaha UMKM ini sangat mudah dipengaruhi info-info hoaks tersebut,” tutupnya.(Rep Faridz)