Salah satu hal yang harus diperhatikan untuk mempertahankan eksistensi sebuah Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) adalah para anggotanya harus berani untuk memproduksi sebuah berita. Hal ini ditekankan oleh Yudiarto Setiawan, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman dalam acara Rapat Koordinasi KIM Kapanewon Prambanan, Rabu (24/2/2021) yang dilaksanakan di Aula Ripta Loka, Kantor Kapanewon Prambanan, Sleman.

Menurut Yudi, anggota KIM harus berani untuk menginformasikan kegiatan maupun kejadian yang ada di dekat mereka. “Soalnya KIM itu kan yang berdekatan langsung dengan masyarakat, jadi lebih bisa menginformasikan sesuatu yang tidak berpusat kepada pejabat saja, lebih kepada sudut pandang masyarakatnya. Istilahnya itu dapat menyampaikan informasi yang bottom up,” ungkap Yudi

Dijelaskan Yudi, informasi yang disampaikan dalam berita setidaknya harus memenuhi kriteria sebuah berita, yaitu kelengkapan unsur 5W+1H. Informasi yang disampaikan juga harus informasi yang mendidik, memberdayakan, mencerahkan, dan juga membangkitkan nasionalisme. “Kalau bisa informasi yang disampaikan adalah informasi yang penting dan menarik,” jelas Yudi.

Yudi mencontohkan informasi yang dapat disampaikan oleh KIM salah satunya adalah informasi yang mengangkat potensi lokal di wilayah KIM tersebut. “Mungkin kalau di Prambanan dapat mengangkat potesi wisata yang ada, supaya dapat lebih diketahui oleh orang banyak,” tambah Yudi.

Hal ini senada oleh harapan dari Panewu Anom Kapanewon Prambanan, Djaka Sumarsono yang mengharapkan KIM Prambanan dapat lebih aktif lagi dalam menginformasikan mengenai sektor wisata di Prambanan. “Dalam artian, saya berharap Prambanan ini menjadi pintu gerbang pariwisata, khususnya di Sleman. Soalnya Prambanan ini termasuk wilayah strategis sektor pariwisata,” ujar Djaka yang juga merupakan penasihat KIM Prambanan.

Oleh karena itu, ia berharap kegiatan KIM di Prambanan dapat eksis kembali. Kapanewon menurutnya, akan berusaha untuk memberikan bantuan melalui pelibatan KIM dalam acara resmi yang diadakan. “Kemarin musrenbang sudah kami ajak KIM untuk terlibat, tetapi tetap KIM harus ada inisiatif sendiri, jangan hanya menunggu dari Kapanewon saja,” tambahnya.

Sementara pada kesempatan tersebut, Ketua KIM Prambanan Agus Pudianto menyebutkan bahwa KIM harus dapat menjalankan fungsi pemberdayaan masyarakat. “Caranya dengan kita harus dapat memberitakan hal-hal yang benar, baik dari atas ke bawah, maupun dari bawah ke atas. Beritanya juga harus berguna bagi masyarakat, jangan menyebarkan informasi hoaks yang menyesatkan,” terangnya.

Sehingga, ia meminta para anggota KIM, khususnya KIM Prambanan dapat bekerja secara rasional, inovasi dan amanah. “Rasional berarti beritanya nanti itu harus masuk akal, inovasi berarti dinamis, dan amanah berarti apa yang dipercayakan ke kita harus dilaksanakan,” ungkap Agus.