Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sleman bekerjasama dengan dosen dari jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta untuk memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) Jurnalisme kepada Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Laboratorium Komputer Dinas Kominfo Sleman, Kamis (08/10/2020).

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Noor Hidayati pada sambutannya menyampaikan bahwa ilmu itu bisa datangnya dari manapun dan ilmu itu wajib untuk diterima. Hal ini berarti individu memang diwajibkan untuk selalu mencari ilmu dimana pun dan kapan pun. Bimtek Jurnalisme ini dikatakan Ida juga dapat termasuk dalam rangka mencari ilmu khususnya dalam bidang jurnalisme yaitu menulis dan foto berita.

“Bimtek ini yg jelas manfaatnya untuk meningkatkan keahlian kita (KIM-red) dalam bagaimana kita akan menulis berita dan bagaimana kita bisa memfoto sebuah objek yang menarik bagi para pembaca untuk mengetahui beritanya,” ujar Noor Hidayati.

Bimtek Jurnalisme ini diisi oleh dosen Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, Narayana Mahendra dan Ida Nuraini Dewi yang dilatarbelakangi guna memberikan pengabdian kepada masyarakat khususnya di bidang Jurnalisme.

“Kami di kampus UII ini ada kewajiban salah satunya adalah memberikan pengabdian kepada masyarakat dan kami memilih Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sleman karena satu sisi memang sudah ada kerjasama antara UII dengan Diskominfo Sleman, dan juga kami lihat KIM ini punya potensi yang bagus untuk mengangkat peristiwa–peristiwa yang selama ini kurang terekspos atau bahkan tidak terekspos sama sekali yang terjadi di lingkungan masyarakat padahal peristiwa ini adalah peristiwa yang bagus dan juga bisa menginspirasi orang lain,” jelas Narayana.

Sementara itu, Narayana juga berharap supaya masyarakat khususnya para KIM semakin terlatih dalam menulis, menyajikan, dan mengembangkan isu–isu pemberitaan yang ada di masyarakat.

“Bakat menulis dan menyajikan berita itu harus diasah dan salah satunya dengan diapresiasi yaitu dipublish dalam bentuk buku oleh kami dengan standarisasi yang berbeda dengan media–media massa lainnya,” jelasnya lagi. (Rep Gasing)