Tindaklanjut dari keikutsertaan Kabupaten Sleman dalam program Menuju 100 Smart City, pada tahun 2018 ini Pemkab Sleman mengikuti monev implementasi program Smartcity yang diselenggarakan oleh Kementrian Kominfo RI.

Pemkab Sleman menyampaikan laporan perkembangan program Smart City di hadapan Kementrian Kominfo RI, Kantor Staf Presiden dan Citiasia. Proses evaluasi ini diawali dengan pengisian kuesioner penilaian secara online yang meliputi: dokumen kebijakan terkait Smart City (peraturan, keputusan, pedoman dll), data inventarisasi aplikasi, dan struktur organisasi pengelola Smart City.

Pada evaluasi tahap I ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berkesempatan untuk mempresentasikan hasil implementasi Smart City di Kabupaten Sleman serta capaian Program Percepatan (Quick Win) Smart City Tahun 2017, yang meliputi Lapor Sleman, Satu Data, Rumah Kreatif Sleman, Sleman Creatif Space, dan Sleman Smart Room.

Pada tahun 2018 ini, Pemkab Sleman menetapkan 3 Program Quick Win Smart City yang meliputi SIMARDA, e-Retribusi, dan e-PPID.

Tim evaluator yang terdiri dari Kementrian Kominfo RI, Kantor Staf Presiden dan Citiasia memberikan apresiasi terhadap hasil yang dicapai Kabupaten Sleman dalam implementasi program smartcity selama satu tahun ini.

Monev implementasi Smart city ini diselenggarakan demi terwujudnya Kota Cerdas (Smart City) di Indonesia. Kementerian Kominfo bekerjasama dengan Kemendagri, Kementerian PUPR, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemenkeu, Kementerian PAN dan RB, dan Kompas Gramedia menyelenggarakan Program Evaluasi Smart City tahap pertama di Kota Semarang selama dua hari yaitu Rabu (25/7) sampai Kamis (26/7).

Pada acara tersebut juga diadakan workshop Smart City dengan menghadirkan narasumber dari Staf Ahli Kementerian Kominfo bidang Teknologi, Kemendagri, Kota Semarang dan PT. Philips Indonesia. Dalam panel discussion lebih ditekankan pada pembahasan bagaimana Smart City itu bisa menjadi bagian dari Kabupaten/Kota terpilih.