Pemerintah Kabupaten Sleman menerima kedatangan tim dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) dan United Nations Development Programme (UNDP), Jumat (25/9/2019), di Sleman Smart Room, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman. Tim bermaksud untuk melakukan baseline assessment, yang merupakan tindak lanjut dari terpilihnya Kabupaten Sleman sebagai salah satu daerah percontohan (pilot) Proyek Peningkatan Kapasitas SP4N-LAPOR! Secara Terintegrasi di Indonesia oleh KemenPANRB dan RB, KOICA dan UNDP.

Assessment ini mengacu pada ruang lingkup Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri PANRB Nomor 62 Tahun 2018 tentang Pedoman Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional.

Disampaikan Nasokah, Analis Teknis Proyek SP4N LAPOR! dari UNDP, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kesiapan dan potret kondisi terkini pengelolaan pengaduan pelayanan publik di Kabupaten Sleman. “Potret kondisi aktual ini bisa menjadi pijakan untuk mengukur keberhasilan proyek ini di tahun 2022 nanti,” ujarnya.

Dalam baseline assessment ini, Tim mengupas secara rinci pelaksanaan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik di Kabupaten Sleman, mulai dari kebijakan dan bisnis proses, kapasitas sumber daya manusia pelaksana, infrastuktur teknologi informasi dan komunikasi, upaya pengintegrasian sistem di Sleman dengan sistem di tingkat nasional, skema monitoring dan evaluasi, hingga inovasi sistem pengelolaan pengaduan pelayanan publik.

Noor Hidayati Zakiyah Pramulani, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman yang dalam hal ini diwakili oleh Dinas Kominfo, telah menyiapkan seluruh data yang diperlukan.

“Dalam pengelolaan aduan, kami prioritaskan kecepatan dalam merespon, sebab menurut kami respon aduan ini juga bentuk pelayanan kami kepada publik,” ucap wanita yang akrab disapa Ida di sela-sela presentasinya.

Dengan 1 admin utama dan 51 personel penghubung yang tersebar di seluruh perangkat daerah Kabupaten Sleman, Ida mengaku respon cepat terhadap aduan pun bukan hal yang mustahil dilakukan.