Lomba Pertunjukan Rakyat bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang digelar Sabtu (25/8/2018) oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sleman disampaikan Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun merupakan upaya melestarikan kesenian rakyat yang berlandaskan kearifan lokal.

“Dalam pertunjukan ini juga diselipkan pesan-pesan sosial sehingga dapat menjadi sarana sosialisasi yang efektif bagi masyarakat,” ucap Muslimatun di sela-sela membuka lomba yang digelar di Taman Kuliner Condongcatur, Depok, Sleman ini.

Sri Muslimatun menuturkan kegiatan ini juga dapat menjalin keguyub-rukunan di antara masyarakat di Kabupaten Sleman, khususnya anggota KIM Sleman.

Lebih lanjut Muslimatun mengungkapkan bahwa pada era yang serba terbuka ini menjadi tantangan tersendiri untuk menyajikan pertunjukan yang baik bagi masyarakat. Keberadaan seni pertunjukan modern, lanjutnya, telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat maka dirinya berharap dengan adanya lomba ini dapat menjadi benteng bagi kesenian tradisional yang syarat akan nilai-nilai luhur.

“Maka dengan adanya KIM semoga mampu menjadi salah satu motor dalam melestarikan dan menjaga eksistensi seni pertunjukan,” ucap Sri Muslimatun.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Sleman, Intriati Yudatiningsih, mengatakan bahwa meski yang turut berpartisipasi dalam lomba baru sejumlah 14 KIM akan tetapi hingga saat ini di Sleman telah terbentuk 23 KIM.

Dikatakan pula bahwa KIM ini terdiri dari kelompok masyarakat yang mandiri. Adapun tujuan pembentukan KIM ini menurut Intri yaitu untuk efektivitas diseminasi informasi kepada masyarakat. “Ini sesuai dengan Peraturan Bupati nomor 51 tahun 2017,” tegasnya.

Lomba Pertunjukan Rakyat bagi KIM berlangsung hingga pukul 17.00 WIB. Tema yang disyaratkan bagi para peserta di antaranya terkait Sleman Smart Regency, Sleman Anti Hoax, Internet Sehat, Santun Bermedsos, dan Sleman Guyub Rukun.

Lomba ini merebutkan hadiah tiga buah laptop dengan total hadiah senilai 17 juta rupiah. Bertindak sebagai juri pada lomba tersebut ialah M. Igbal Aji Daryono (Penulis dan pelaku/pemerhati media sosial), Affi Aditya Khresna (Sekjen Jogja Creative Society), dan Suwarsi (Dinas Kebudayaan Sleman).