Rutin setiap tahun, Komisi Informasi Daerah (KID) DIY melakukan monitoring dan evaluasi (monev) perangkat daerah di kabupaten/kota di DIY terkait kecakapannya mengimplementasikan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik nomor 14 Tahun 2008. Monev ini memilih badan publik terbaik dalam pelayanan informasi publik untuk kategori pemerintah kabupaten/kota, perangkat daerah, yudikatif, legislatif, BUMD, dan kecamatan.

Dinas Kominfo Sleman untuk ketiga kalinya lolos dalam tahapan akhir monev ini. Untuk menghadapinya, Dinas Kominfo Sleman telah melakukan berbagai persiapan, khususnya menjelang tahap akhir, yakni visitasi.

“Kita beberapa kali menggelar koordinasi internal untuk mengecek kesiapan desk layanan, dokumen dan form tercetak, serta pemahaman petugas layanan terhadap alur permohonan informasi,” ujar Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Sleman, Noor Hidayati Zakiyah, Selasa (3/9/2019) di sela-sela proses visitasi KID berlangsung di Dinas Kominfo Sleman.

Dinas Kominfo Sleman menjadi salah satu dari 49 badan publik yang divisitasi oleh KID DIY. Sementara itu, di Sleman sendiri setidaknya ada 5 perangkat daerah, 1 yudikatif, 1 legislatif, 1 BUMD, dan 1 kecamatan yang KID kunjungi.
Selain melakukan persiapan ke dalam, tentunya Dinas Kominfo Sleman yang mana Kepala Dinasnya menjabat sebagai PPID Utama memiliki kewajiban melakukan pembenahan kepada seluruh perangkat daerah di Pemkab Sleman. “Kita juga mengumpulkan pejabat-pejabat PPID di Sleman untuk kita berikan arahan dan mensosialisasikan kepada mereka bahwa KID akan melakukan monitoring dan evaluasi (monev-red),” lanjut Ida.

Dewi Amanatun Suryani, Komisioner KID DIY, mengungkapkan bawah Dinas Kominfo Sleman telah lewati beragam tahapan sebelum mencapai tahap akhir monev KID DIY ini. “Dari yang pertama mengisi kuisoner, lalu pengecekan website, setelah itu kita melakukan uji akses ke masing-masing badan publik yang lolos dari uji website, lalu tahapan akhir yaitu visitasi,” tutur Dewi.

Saat kunjungan berlangsung, Dewi menaruh perhatian pada pelayanan permohonan informasi publik dari Dinas Kominfo Sleman yang tak hanya manual tetapi telah menggunakan sistem. E-PPID, sistem yang dirancang oleh Dinas Kominfo Sleman ini menurut Dewi patut menjadi contoh untuk daerah lain.

“Dinas Kominfo Sleman tergolong bagus untuk kelengkapan administrasinya, petugas layanannya responsif, dokumen–dokumen juga tersedia, ada pengembangan sistem e-PPID. Daerah lain juga dirasa perlu memanfaatkan revolusi industri ke 4.0,” jelas Dewi.