Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gajah Mada bersama Dinas Kominfo Sleman melakukan pembahasan tentang rencana analisis ketimpangan wilayah di Kabupaten Sleman Tahun 2020, Rabu (26/8/2020).

Pembahasan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Sembada Setda Kabupaten Sleman dengan menghadirkan narasumber Dr. Agr. Evita Hanie Pangaribowo, SE, MIDEC dan Dyah Kartika, SSi, M.Ec. Dev, Dosen Universitas Gajah Mada.

Pemerintah Kabupaten Sleman berencana untuk menggiatkan pembangunan ekonomi mengingat keadaan ekonomi yang merosot akibat pandemi Covid-19. Pembangunan ekonomi diharapkan dapat mengurangi ketimpangan sosial dan memperbaharui pembangunan tahun lalu yang sebelumnya berfokus pada aspek infrastruktur, pertanian, dan ekonomi.

Dyah menyampaikan latar belakang dilakukannya pemerataan pembangunan ekonomi ini adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh yang dirasa penting. Pemerataan ini menjadi tujuan pembangunan ekonomi di setiap wilayah. “Namun, karena terbatasnya sumber daya dan perbedaan karakteristik di setiap wilayah, pemerataan pembangunan di banyak wilayah belum dapat tercapai,” ungkapnya.

Ditambahkan Dyah, perencanaan ketimpangan wilayah di Kabupaten Sleman ini bertujuan untuk mengetahui angka ketimpangan ekonomi antar wilayah tiap kecamatan dan angka ketimpangan wilayah kabupaten, mengetahui penyebab ketimpangan ekonomi antar wilayah di tiap kecamatan, serta membuat rekomendasi kebijakan pengurangan angka ketimpangan ekonomi antar wilayah.

Metode yang digunakan dalam analisis ketimpangan ini lanjut Dyah menggunakan pendekatan kuantitatif, pengumpulan data sekunder, dengan sumber data yang didapat dari dinas-dinas terkait.

“Hasil analisis ketimpangan tahun ini juga diharapkan dapat digunakan untuk memperkirakan bagaimana nanti masing-masing wilayah dapat bangkit pasca pandemi Covid-19,” imbuhnya. (Rep Tia)