Hubungan Sleman Smart Regency dengan Gerakan menuju 100 Smart City

Implementasi Sleman Smart Regency yang dimulai dari tahun 2016 sejalan dengan Gerakan menuju 100 smart city yang diinisiasi oleh Kemenkominfo RI di tahun 2017. Gerakan menuju 100 smart city mendorong peran aktif dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kota menggunakan pendekatan citizen centric sehingga terjadi interaksi yang lebih dinamis dan erat antara warga dengan penyedia layanan, dalam hal ini adalah pemerintah daerah. Interaksi dua arah ini akan terus berkembang dan berproses sehingga nantinya kota akan menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali, serta tangguh dalam merespon perubahan dan tantangan yang baru dengan lebih cepat.

Pada tahun pertama, tahun 2017, Kabupaten Sleman terpilih menjadi salah satu dari 25 Kabupaten/Kota yang ikut serta dalam Gerakan Menuju 100 smart city. Pada tanggal 22 Mei 2017 Bupati Sleman telah menandatangani nota kesepahaman dengan Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo nomor 41/PK.KDH/A/2017 tentang Implementasi Gerakan Menuju 100 Smart City.

Smart city adalah kota yang dapat mengelola berbagai sumber daya yang ada untuk digunakan secara efektif dan efisien dengan tujuan untuk memaksimalkan pelayanan kepada warganya sehingga dapat hidup aman, nyaman dan berkelanjutan.

Smart city adalah kota yang berdaya saing dan berbasis teknologi informasi didukung oleh tata kelola pemerintahan cerdas (smart government), peningkatan daya saing daerah cerdas (smart branding), sinergi pembangunan ekonomi cerdas (smart economy), dukungan pengelolaan ekosistem tempat hidup cerdas (smart living), partisipasi cerdas masyarakat (smart society), pengelolaan sumber daya alam dan pemeliharaan lingkungan cerdas (smart environment).