Sleman- Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sleman menggelar Sosialisasi Peraturan Bupati nomor 51 tahun 2017 tentang KIM (Kelompok Informasi Masyarakat), Selasa (19/12) di Aula BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Sleman. Acara ini mengundang peserta dari 86 desa, 17 kecamatan, anggota KIM, dan Perangkat Daerah terkait di Kabupaten Sleman.

Intriati Yudatiningsih, Kepala Dinas Kominfo Sleman menyampaikan, bagaimana KIM berfungsi dan bermanfaat bagi masyarakat Sleman.

“Dengan adanya KIM ini, ke depan nanti bisa membantu mempromosikan desa itu sendiri dan juga membantu sebagai tangan panjang desa itu untuk memberikan segala informasi termasuk informasi kebencanaan, penyakit, dan sebagainya” jelas Intri.

Selain itu, Intri juga mengakui bahwa aktifnya KIM dapat serta merta membantu masyarakat untuk menyaring informasi yang benar dan yang salah. “Jadi masyarakat nanti akhirnya tidak sekadar mendapatkan informasi yang semacam hoax,” kata Intri.

Sesuai dengan penjelasan Intri, dalam sambutan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Hukum, Musta’in Aminun menjelaskan bahwa KIM di tingkat desa akan membantu desa untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat karena KIM sebagai garis tangan dalam diseminasi informasi baik secara timbal balik dari masyarakat kepada pemerintah atau sebaliknya. “KIM adalah kelompok informasi masyarakat yang dibentuk dari, oleh, untuk masyarakat yang kemudian akan berdiri secara mandiri,” tambah Musta’in.

Bibit Widiatmoko, salah satu anggota KIM di Sleman merasa sangat terbantu oleh Perbup yang disahkan pada 29 November 2017 ini. “Menurut saya ini sangat bagus sekali karena dapat memberikan kepercayaan diri kepada kita sebagai anggota KIM Sleman. Paling tidak kita sekarang sudah mempunyai payung hokum sehingga untuk terbentuknya KIM-KIM selanjutnya di tingkat desa atau dusun bahkan RT/RW akan sangat mudah mendapatkan informasinya yang bukan hoax lagi dan resmi dari pemerintah serta bisa dipertanggungjawabkan karena sekarang sudah ada peraturannya” tutur Bibit.