Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman menyelenggarakan acara Pemaparan Hasil Penyusunan Buku Analisis Kemiskinan Makro dan Indeks Nilai Tukar Petani. Acara tersebut dilaksanakan di RM Taman Pringsewu, Jalan Magelang, Banaran, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman pada Kamis (23/12/2021).

Acara ini dimoderatori langsung oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Sleman, Noor Hidayati ZP.

Selanjutnya, pemaparan mengenai Hasil Penyusunan Buku Analisis Kemiskinan Makro disampaikan oleh Koordinator Fungsi Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman, Paulus Henri Laksono.

Dalam pemaparannya, berbagai aspek pola pengambilan data dan perkembangan data statistik Kabupaten Sleman per tahun dijelaskan. Mulai dari penjelasan pengambilan data makro dan mikro, cara BPS Sleman mengambil data, penjelasan tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat Sleman, perkembangan garis kemiskinan, perkembangan jumlah penduduk miskin, profil penduduk miskin jika ditinjau dari berbagai hal, hingga pola konsumsi penduduk Sleman dipantau perkembangannya.

Selain itu, perkembangan Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) selama tahun 2021 juga disampaikan oleh Retno Mulyandari, Statistisi Muda BPS Sleman.

Ia menjelaskan pentingnya mengukur nilai tukar petani, hal ini bertujuan agar fluktuasi komoditas yang dihasilkan oleh petani dan harga barang-barang yang dikonsumsi petani untuk kebutuhan produksi hasil pertanian dapat diawasi. Data penunjang dalam pendapatan sektor pertanian dan gambaran inflasi di pedesaan juga dapat diketahui di sini.

Beberapa subsektor yang dibahas dalam penghitungan NTP di Kabupaten Sleman antara lain subsektor tanaman pangan (padi dan palawija), holtikultura (sayuran, buah-buahan dan tanaman obat), tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan subsektor perikanan budidaya.

Purwati, Sekretaris Diskominfo Sleman selaku penyelenggara berharap pemaparan analisis ini bisa berguna untuk memperoleh data yang akurat yang bisa digunakan oleh seluruh perangkat daerah untuk menyusun perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program kegiatan pemerintahan.

“Hal ini berguna agar apa yang kita lakukan itu berbasis data, sehingga nanti dapat berujung pada pelaksanaan program pemerintahan yang tepat sasaran,” pungkasnya. (Rep Umam)