Sleman – Sebagaimana diketahui, Kabupaten Sleman memiliki kondisi geografis yang mempunyai potensi kedaruratan bencana yang beragam, antara lain gunung meletus, gempa bumi, angin rebut, maupun banjir. Oleh karena itu, penanganan bencana sangat penting dilakukan dengan menggandeng berbagai stakeholder, salah satunya adalah Radio Komunitas. Pemerintah Kabupaten Sleman selalu bekerja sama dengan relawan radio komunitas untuk memberikan informasi tindakan pencegahan, maupun penanggulangan kebencanaan kepada masyarakat.

Hal tersebut yang menjadi dasar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman memfasilitasi Audiensi Radio Komunitas Bersama Bupati Sleman, di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Selasa (28/6/2022). Audiensi dihadiri langsung oleh 5 radio komunitas yang berada di Kabupaten Sleman, yaitu Radio Komunitas Balerante, Peduli Merapi, Cakra PMI, Turgo Asri, dan SKSB.

“Tujuan audiensi ini adalah terwujudnya sinergisitas penyampaian informasi dari pemerintah daerah ke masyarakat melalui radio komunitas dalam situasi normal maupun kedaruratan dengan mengoptimalkan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi,” ungkap Kepala Diskominfo Sleman, Eka Suryo Prihantoro.

Menurut data Diskominfo Sleman, sampai saat ini jumlah radio komunitas yang berada di Kabupaten Sleman ada sebanyak 30 komunitas yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sleman. Diskominfo Kabupaten Sleman telah berusaha membantu dan mendampingi radio komunitas tersebut, terutama tentang izin frekuensi, agar dapat turut serta menyebarkan informasi yang berhubungan dengan kebencanaan di Kabupaten Sleman, seperti Early Warning System.

“Kami berharap rekan-rekan komunitas radio bisa ikut menyampaikan informasi pemerintah ke masyarakat dan sekaligus ikut membatu pemerintah daerah menjaga sarana prasarana Early Warning System ini,” imbuh Eka.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo pada kesempatan yang sama mengapresiasi kiprah radio komunitas dalam membantu Pemkab Sleman menyebarkan informasi kebencanaan ke masyarakat. “Dengan bantuan panjenengan (komunitas radio) informasi cepat tersebar ke masyarakat,” kata Kustini.

Ia juga menuturkan bahwa Pemkab akan terus memberikan dukungan dan support kepada radio komunitas, sesuai dengan aturan yang berlaku. Sehingga, radio komunitas dapat terus eksis membantu Sleman, khususnya pada saat keadaan bencana.

“Karena Sleman sangat rawan bencana, tidak bisa ditangani oleh Pemkab Sleman sendiri tanpa bantuan semua komunitas yang berada di Kabupaten Sleman. Semua dirangkul bagaimana kita berasama-sama bekerja sama tanpa melanggar aturan,” kata Kustini.

Aspirasi dari radio komunitas sendiri disampaikan oleh Suranto, Ketua Cakra PMI yang juga ditunjuk sebagai perwakilan komunitas radio yang hadir. Dalam kesempatan tersebut, Suranto menyampaikan berbagai macam hal yang berkaitan dengan peningkatan kerja sama antara Pemkab Sleman dengan Radio Komunitas. Beberapa di antaranya adalah mengenai peningkatan kapasitas relawan dan juga bantuan fasilitas seperti perawatan peralatan telekomunikasi, dan peralatan operasional para relawan dalam menghadapi situasi bencana.

“Khususnya untuk relawan yang terjun ke lapangan, seperti pakaian lapangan, dan pengecekan kesehatan, kejiwaan, maupun penambahan nutrisi dan vitamin bagi relawan yang ada di lapangan,” kata Suranto.

Selain itu, ia juga mengharapkan agar kapasitas para relawan, terutama mengenai mitigasi bencana dapat ditingkatkan secara periodik. Hal ini penting dilakukan karena kondisi Merapi yang tidak stabil, sehingga tidak bisa diprediksi. Ia juga meminta digencarkan kembali edukasi bagi masyarakat mengenai kebencanaan, khususnya di lereng Merapi.