Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman menerima kunjungan dari Diskominfo Kabupaten Karanganyar di Smart Room Diskominfo Sleman pada Selasa (14/6/2022). Dalam kesempatan tersebut, Diskominfo Karanganyar ingin melakukan studi komparasi tentang bagaimana penerapan konsep Smart City yang dilakukan oleh Kabupaten Sleman.

“Karanganyar telah menyusun masterplan Smart City pada tahun 2020. Nah dengan kunjungan ini, diharapkan kami dapat melihat bagaimana implementasi Smart City yang berada di Kabupaten Sleman, baik tentang program, dukungan, dan anggaran,” kata Sujarno, Kepala Diskominfo Karanganyar.

Dedy Dwi Cahyono, Sub-Koordinator Kelompok Substansi Layanan Informatika Bidang Layanan e-Government dan Persandian Diskominfo Sleman memaparkan bahwa Smart City di Kabupaten Sleman telah dikembangkan sejak tahun 2016, dan diimplementasikan pada tahun 2017, di mana Kabupaten Sleman terpilih menjadi salah satu dari 25 Kabupaten/Kota yang ikut serta dalam Gerakan Menuju 100 Smart City yang diinisiasi oleh Kemenkominfo RI. Kemudian pada tahun 2020/2021, Sleman turut serta dalam program Smart City selanjutnya, yaitu Smart City pada kawasan pariwisata prioritas nasional dan ibu kota baru.

“Hal tersebut didukung dengan adanya Peraturan Bupati Sleman Nomor 1.1 Tahun 2018 tentang Masterplan Smart City Kabupaten Sleman Tahun 2017-2026,” terang Dedy.

Dedy menambahkan bahwa Smart City sendiri termasuk ke dalam visi Bupati Sleman, yaitu menjadikan Sleman sebagai kabupaten cerdas. Sehingga penerapan dan implementasinya mendapatkan dukungan penuh dari seluruh elemen yang ada di Pemkab Sleman, termasuk dari penganggaran program Smart City tersebut.

“Anggarannya bisa dikatakan seluruh APBD Kabupaten Sleman, karena memang tujuan Smart City ini sejalan dengan visi Bupati Sleman yaitu menjadikan Sleman sebagai kabupaten cerdas,” kata Dedy.

Selain itu, dukungan dari OPD juga sangat membantu dalam implementasi Smart City ini. Dedy mengakui, seluruh OPD di Sleman berkontribusi dalam merancang dan menerapkan konsep Smart City melalui program dan inovasi yang mereka susun. Seperti dalam e-Environment ada e-retribusi yang bekerja sama dengan DLH, dan beberapa aplikasi lain seperti Cariaku dan Slemanexpo.com yang bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Kabupaten Sleman.

“Dengan melakukan kerja sama dengan OPD lainnya, kami memastikan bahwa program Smart City yang dirancang dan direncanakan dapat benar-benar tepat sasaran, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Dedy.

Koordinasi antar OPD ini juga ditekankan oleh Kepala Diskominfo Sleman, Eka Suryo Prihantoro. Menurutnya, penting bagi OPD untuk bersinergi dan saling mendukung untuk menyukseskan Smart City. “Dengan begitu, kerja sama dapat terjalin antar OPD untuk saling mendukung suksesnya program yang telah disusun,” ungkap Eka.