Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman menggelar Workshop Konsultasi Publik atas Rencana Kerja Peningkatan Pengelolaan Layanan Pengaduan Publik Lapor Sleman yang dilaksanakan secara daring dari Smart Room Dinas Kominfo Sleman, Jumat (4/6/2021).

Hadir sebagai narasumber pada Workshop adalah Kepala Dinas Kominfo Sleman Eka Suryo Prihantoro, yang didampingi oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Noor Hidayati ZP. Selain itu, hadir pula secara daring Yusnita Ike christiani sebagai Pendamping/Fasilitator Proyek Kerjasama Kemenpan RB-KOICA-UNDP terkait peningkatan SP4N-LAPOR.

Acara workshop ini diikuti oleh Organisasi Pemerintah Daerah, Kapanewon, Kalurahan, sampai dengan LSM yang mendukung peningkatan layanan pengaduan masyarakat Lapor Sleman.

Lapor Sleman merupakan sistem pengaduan masyarakat, dengan tujuan agar masyarakat semakin dimudahkan dalam memberikan aduan.

Eka Suryo Prihantoro, Kepala Dinas Kominfo Sleman menyebutkan bahwa Lapor Sleman memiliki 12 kanal pengaduan yang meliputi, media sosial, sms dan telepon sampai dengan pengaduan online menggunakan aplikasi Lapor Sleman yang dapat diunduh melalui playstore.

“Media sosial seperti instagram dan twitter sebagai salah satu kanal pengaduan paling banyak digunakan oleh masyarakat,” terang Eka.

Eka menambahkan, pengelolaan pengaduan yang masuk dibagi menjadi 2 jenis, yaitu umum dan emergency. “Yang dimaksud umum adalah aduan berupa keluhan melalui kanal media sosial (Instagram,twitter), sms ,dan web, sedangkan aduan emergency seperti kecelakaan, kebakaran dapat melalui layanan telefon yang mudah murah dan fast respon,” tambah Eka.

Menurut Eka, pelayanan diberikan mendapatkan respon positif dari masyarakat. “Indeks kepuasan masyarakat meningkat, ini sebagai kerja keras dari semua pihak,” jelas Eka lagi.

Noor Hidayati ZP, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Sleman pada kesempatan yang sama menyampaikan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan layanan kinerja pelayanan SP4N (Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional) seperti Lapor Sleman.

“Dengan penguatan SDM, menjalin kerjasama dengan organisasi diluar Pemda serta menguatkan sistem pengawasan pengelolaan pengaduan di Lapor Sleman,” ungkap wanita yang biasa disapa Ida ini.

Ida juga menyebutkan bahwa Kabupaten Sleman sebagai salah satu dari 6 wilayah percontohan peningkatan pelayanan publik nasional. “Harapannya Lapor Sleman bisa terintegrasi dengan SP4N-Lapor,” ujar Noor Hidayati

Yusnita Ike Christiani, Pendamping/Fasilitator Proyek Kerjasama Kemenpan RB-KOICA-UNDP terkait peningkatan SP4N-LAPOR mengharapkan layanan Lapor Sleman dapat hadir dan dekat dengan keseharian masyarakat. Ia juga mengajak para pihak terkait untuk bersama-sama mengenalkan sistem pengaduan Lapor Sleman kepada masyarakat.

“Peningkatkan kinerja pelayanan haruslah berbagi peran dan tanggung jawab, berbagi sumber daya serta membangun kepemilikan bersama,” ujar Ike. (Rep Satyo)