SNV Netherlands Development Organisation Indonesia menyelenggarakan webinar dalam rangka peluncuran situs Tanggapcovid.id pada Selasa (2/2/2021). Acara tersebut dihadiri secara daring oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Noor Hidayati ZP serta tamu-tamu undangan dari berbagai lini, mulai dari pemerintah daerah hingga awak media.

Ismene Stalpers selaku Direktur SNV Indonesia menyebutkan bahwa peluncuran situs Tanggapcovid.id menjadi penting untuk mengomunikasikan berbagai informasi seputar pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia. Urgensi lain yang melatarbelakangi pembuatan situs ini menurutnya adalah semakin meningkatnya jumlah kasus positif di Indonesia, namun kurangnya pemahaman dan kepatuhan masyarakat menengah ke bawah seputar protokol kesehatan dan informasi penting lainnya seputar COVID-19.

Hal tersebut diamini oleh Saniya Nisca, Program Manager HBCC (Hygiene and Behaviour Change Coalition), yang telah melakukan riset formatif terhadap masyarakat di 100 sekolah (SD/MI), 50 fasilitas kesehatan, serta 68 pasar tradisional dan terminal. Hasil dari riset tersebut menyatakan bahwa 50 persen dari masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut masih belum memahami seputar COVID-19, baik itu protokol kesehatan, cara penyebaran, hingga penanganannya ketika tertular.

Melalui peluncuran situs Tanggapcovid.id, Nisca berharap masyarakat bisa memanfaatkan informasi dan fitur yang ada di dalam situs untuk mencegah penularan COVID-19.

Nisca menambahkan fitur interaktif yang terdapat di dalam situs juga bisa membantu masyarakat untuk mempraktikkan protokol kesehatan dan membagikannya ke orang di sekitarnya. Dengan begitu, masyarakat bisa membantu pemerintah dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

“Bukan membuat nilai baru, Tanggapcovid.id hadir untuk memperkuat apa yang sekarang sudah ada, yaitu nilai 3M (mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak),” imbuh Nisca.

Sementara John Nickell, Perwakilan dari Kedutaan Besar Inggris di Indonesia yang juga hadir dalam webinar menjelaskan bahwa situs buatan SNV Netherlands Development Organisation Indonesia tersebut bisa digunakan untuk mengedukasi masyarakat melalui kegiatan promosi kesehatan.

“Informasi yang ada di dalam situs akan sangat berguna jika masyarakat mau menyebarluaskan ke orang lain di sekitar mereka,” jelas John.

Selaras dengan pernyataan Nisca dan John, drg. Ratu Mirah Afifah, Head of Sustainability Beauty Personal Care and Home Care di Unilever Indonesia yang hadir sebagai salah satu tamu undangan webinar, mengapresiasi pembuatan situs tersebut. Menurutnya, peluncuran situs Tanggapcovid.id sudah sejalan dengan perkembangan zaman.

“Era serba digital ini akan membuat edukasi protokol kesehatan menjadi lebih mudah,” kata Ratu.

Acara tersebut diakhiri dengan penandatanganan ikrar secara daring melalui situs Tanggapcovid.id oleh para tamu undangan. Ikrar tersebut berisikan janji untuk selalu mencuci tangan demi mencegah penyebaran COVID-19 di Indonesia.