Kabupaten Sleman saat ini 48.681 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), jumlah yang tidak sedikit. Untuk membantu UMKM meningkatkan daya saing dan meningkatkan omset penjualannya, Pemerintah Kabupaten Sleman menyediakan bermacam layanan yang bisa didapatkan di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) dan Rumah Kreatif Sleman (RKS).

Adanya PLUT dan RKS ini diharapkan memberi manfaat pada UMKM yang tujuannya tidak hanya bisa menghidupi diri sendiri namun sekaligus bisa menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Sleman.

PLUT adalah unit yang dipunyai Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sleman, merupakan unit yang menyediakan jasa non-finansial yang menyeluruh bagi koperasi dan UMKM guna meningkatkan kinerja produksi, kinerja pemasaran, serta dalam akses pembiayaan. “Bagi koperasi dan UMKM yang tidak bisa membuat laporan keuangan, laporan pajak, tidak bisa mengakses modal bisa berkonsultasi ke PLUT nanti akan diarahkan langkah-langkahnya sampai bisa,” ujar Pustopo, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah saat memberikan sosialisasi kepada Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Warung Pak Lanjar, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Rabu (2/10/2019).

Hampir sama dengan PLUT, Rumah Kreatif Sleman milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan bisa menjadi rumah ke dua bagi UMKM. Rumah Kreatif Sleman menyediakan kelas berbagi, pelatihan, mentoring, sampai konsultasi desain logo, kemasan, bahan promosi, dan foto produk.

Mae Rusmi, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyampaikan bahwa saat ini sudah 1.591 mitra UKM yang terdaftar di Rumah Kreatif Sleman. “Anggota RKS yang sudah memenuhi syarat-syarat tertentu akan diberikan kesempatan pameran gratis baik lokal, nasional, maupun internasional,” papar Mae Rusmi di hadapan 100 anggota KIM pada kesempatan yang sama.

Peningkatan kualitas UMKM membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak salah satunya adalah KIM. Dari kegiatan ini KIM diharapkan bisa membantu pemasaran produk-produk UMKM secara online sehingga mampu meningkatkan daya saing dan meningkatkan omset penjualannya.

Selain dari Dinas Koperasi UKM dan Dinas Perindag, sosialisasi ini juga menghadirkan Nadia Wasta Utami dari Universitas Islam Indonesia yang memberikan materi tentang pemasaran daring. Pemasaran daring sangat dianjurkan oleh dosen UII ini karena biayanya terjangkau, jangkauan luas, mudah dijalankan, dan mendekatkan jarak dengan konsumen.

Adanya PLUT dan RKS diharapkan ke depannya KUMKM tidak hanya bisa menghidupi diri sendiri atau keluarga tetapi juga tetangga sekitar sehingga bisa menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Sleman.(Rep Anis/Agas)