Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman melaksanakan Sosialisasi Budaya Pemerintahan SATRIYA, Senin (7/9/2020 ) secara daring. Sosialiasi ini dalam rangka memberikan pemahaman terhadap budaya pemerintahan SATRIYA kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Eka Suryo Prihantoro menjelaskan bahwa budaya pemerintahan SATRIYA diatur dalam Peraturan Gubernur DIY Nomor 72 Tahun 2008 tentang Budaya Pemerintahan SATRIYA, Peraturan Gubernur DIY Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Budaya Pemerintahan SATRIYA yang dikenal serta Peraturan Bupati Sleman Nomor 14 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Bidaya Pemerintahan SATRIYA di Kabupaten Sleman.

“Dalam perbup tersebut dijelaskan setiap aparatur Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa melaksanakan budaya pemerintahan SATRIYA,” kata Eka.

Dijelaskan Eka, nilai filosofi SATRIYA adalah “Hamemayu Hayuning Bawono” yang merupakan cita-cita luhur untuk mewujudkan tata nilai kehidupan masyarakat Yogyakarta berdasarkan nilai budaya. Hamemayu Hayuning Bawono mengandung makna sebagai kewajiban melindungi, memelihara serta membina keselamatan dunia dan lebih mementingkan berkarya untuk masyarakat dari pada memenuhi ambisi pribadi.
“SATRIYA memiliki dua makna, yaitu pertama sebagai watak ksatria yang memiliki sikap memegang teguh ajaran moral sawiji, greget, sengguh ora mingkuh (konsentrasi, semangat, percaya diri, rendah hati dan bertanggungjawab-red). Kedua, SATRIYA merupakan akronim dari selaras, akal budi luhur-jati diri, teladan-keteladanan, rela melayani, inovatif, yakin percaya diri dan ahli profesional,” lanjutnya.

Dalam sosialisasi tersebut, Eka berharap seluruh ASN Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman dapat menjadikan SATRIYA sebagai budaya kerja dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.