Menurut data Lapor Sleman dari Januari hingga Oktober 2018, ada peningkatan jumlah aduan masuk dari masyarakat Sleman kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Periode sama tahun lalu, jumlah aduan yang masuk mencapai 1083 aduan, sementara tahun ini menyentuh angka 1375 aduan masuk.

Melihat data di atas, Seksi Komunikasi Publik dan Pelayanan Pengaduan Dinas Kominfo Sleman merasa perlu memberikan bekal pengetahuan kepada para admin aduan Pemkab Sleman agar dapat mengelola aduan secara lebih optimal. Mengundang Budhi Masturi, Kepala Perwakilan Ombudsman RI DIY dan Heri Kuntadi, Kepala Bidang Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan BKPP Sleman sebagai narasumber, Seksi Komunikasi Publik dan Pelayanan Pengaduan menggelar Sarasehan Pengelolaan Pengaduan yang Efektif dan Kredibel pada Selasa (30/10/2018) di Smart Room Lantai 3 Dinas Kominfo Sleman.

“Standar pelayanan yang sudah tidak relevan atau tidak sesuai lagi dengan kondisi kekinian,” ucap Budhi ketika menjelaskan faktor-faktor timbulnya aduan di masyarakat.

Budhi memaparkan aduan yang masuk seharusnya bisa direspon secara positif oleh instansi terkait.
“Ini bisa menjadi input perbaikan terutama dalam standar pelayanan, bahkan pengadu yang bisa dibilang pengguna layanan bisa dilibatkan dalam penyusunan standar tersebut,” ujarnya.

Walhasil, Budhi menyiratkan aduan bukan lagi menjadi ancaman melainkan peluang untuk meningkatkan mutu layanan. “Pengelolaan aduan itu penting karena untuk internal ini bisa jadi kesempatan kedua dalam memberikan pelayanan prima,” tandasnya.

Pun, pengaduan juga disampaikannya merupakan cerminan dari kepercayaan masyarakat. Kanal aduan yang tertampang di instansi akan dinilai bukan hanya sebagai formalitas belaka karena benar-benar bisa menyalurkan aduan dari masyarakat.