Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh melakukan studi banding dalam rangka memperkuat dan mengembangkan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) atau yang di daerahnya dikenal dengan nama Kelompok Informasi Gampung (KIG). Rombongan yang terdiri dari empat orang ini dipimpin oleh Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh, AB Al-Fajriyan.

AB Al-Fajriyan mengatakan dipilihnya KIM Kabupaten Sleman sebagai tujuan studi banding karena KIM di Kabupaten Sleman memiliki kontribusi yang besar dalam hal produksi berita. Berkat kontribusi KIM ini Media Center Sleman, pengampu produksi berita KIM bahkan masuk dalam urutan 5 besar yang terbanyak mengirimkan berita ke website Infopublik milik Kementerian Kominfo RI. Selain itu, Al-fajriyan mengakui rekomendasi dari Kepala Bidang IKP Dinas Kominfo Provinsi DIY yang memantabkan timnya untuk mengunjungi KIM Kabupaten Sleman.

“Kepala Bidang IKP Dinas Kominfo Provinsi mengatakan ke saya, sudah ke Sleman saja dijamin bawa ilmu banyak. Jadi nanti bisa sekalian tanya kenapa sih KIM Sleman itu bisa maju, kenapa sih KIM Sleman bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, kenapa rakyat juga bisa mendukung keberadaan KIM,” katanya saat acara studi banding yang diadakan di Sleman Smart Room lantai 3 Dinas Kominfo Sleman, Kamis (31/10/19).

Al-Fajriyan membeberkan penguatan KIG di daerahnya membutuhkan upaya yang cukup keras mengingat tipologi daerah Provinsi Aceh yang memiliki 6.497 desa.

“Dan baru 5% desa yang membentuk KIG. Pemerintah memiliki komitmen tinggi untuk meningkatkan KIG seperti di daerah Sabang yang terdiri dari 18 desa dan dari 18 desa itu semuanya memiliki KIG,” jelasnya.

Tidak hanya itu, beberapa desa pun belum terkoneksi dengan internet. Kendala ini yang membuat pihaknya sulit untuk melakukan penguatan sistem KIG.

Noor Hidayati Zakiyah Pramulani, Kepala Bidang IKP Dinas Kominfo Kabupaten Sleman pun mengatakan, awal mula dibentuknya KIM sebenarnya untuk mendukung Kabupaten Sleman menuju Smart Regency.

“Salah satu implementasinya melalui smart society yang bertujuan untuk membangun masyarakat informasi yang mendukung pembangunan Kabupaten Sleman menuju Sleman Smart Regency,” beber Ida.

KIM di Kabupaten Sleman dikatakan Ida secara perlahan telah terbentuk di hampir semua desa. Masing-masing pun memiliki kegiatan rutin, seperti sebagai kontributor berita dan foto, mengadakan pasar UMKM Sunmor Sembada, sebagai kader penyebaran informasi mengenai kebijakan pemerintah, dan kegiatan yang berkaitan dengan budaya, kesenian, pariwisata, ekonomi, dan lainnya.

Salah satu anggota KIM dari Kecamatan Turi, Suharno menyampaikan bahwa KIM di daerahnya juga bergerak di bidang ekonomi, salah satunya dengan mengembangkan produk olahan salak, yang menjadi produk khas Kecamatan Turi. “Kami melakukan promosi terkait berbagai produk olahan salak contohnya di kegiatan Sunmor Sembada, pemerintah melibatkan kami KIM di dalamnya,” ujarnya. (Rep Bilal)