Merespon setiap aduan masyarakat dengan sikap positif merupakan keharusan bagi seluruh Admin Pengelola Pelayanan Pengaduan LAPOR SLEMAN. Karenanya, diperlukan kemampuan berkomunikasi yang mumpuni demi terwujudnya personel yang responsif, profesional, dan berkepribadian positif.

Berlatar belakang hal tersebut, Dinas Kominfo Sleman melalui Seksi Komunikasi Publik dan Pelayanan Pengaduan mengundang seluruh Admin Pengelola Pelayanan Pengaduan LAPOR SLEMAN untuk ikut dalam Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelola Pengaduan yang Responsif, Profesional, dan Berkepribadian Positif di Sleman Smart Room, Selasa (12/2/2019).

Erik Hadi Saputra, seorang motivator yang hadir sebagai narasumber dalam paparannya menjelaskan setidaknya ada 4 jenis komunikator yang harus dipahami oleh para peserta workshop, yakni komunikator konkret, spontan, intelektual, dan sensitif.

“Contohnya saja orang yang cenderung tidak rumit atau membumi itu dia bisa disebut sebagai komunikator spontan,” ujar Erik.

Erik menambahkan, setiap orang memiliki gaya atau cara yang berbeda dalam berkomunikasi. “Ada yang menganggap penting berbicara tentang perasaan, ada yang senang menangani fakta, ada juga yang senang interaksi dengan energi tinggi, serta ada senang berbicara tentang ide-ide yang abstrak dan konseptual,” jabarnya.

Karenanya, mengetahui gaya khusus ketika berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain disampaikan Erik memiliki peran penting. Untuk mengetahuinya, dalam workshop tersebut, Erik pun menguji pendapat para admin terhadap berbagai pernyataan.

“Ini bisa untuk menilai dirinya sendiri termasuk ke jenis komunikator manakah mereka,” kata Erik.
Menurut Erik, tidak ada salah dan benar untuk setiap jenis komunikator. Admin mendapat manfaat tersendiri, yakni bisa mengetahui karakteristik komunikasi yang selama ini mereka jalankan. Pun bisa membantu admin untuk memahami gaya komunikasi para pelapor aduan sehingga admin dapat memberikan jawaban dan tindak lanjut aduan secara lebih responsif, profesional, dan positif.